Image from gamelab.id

Di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat, aplikasi dan website menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita menggunakan berbagai produk digital untuk bekerja, belajar, berbelanja, bahkan bersosialisasi. Namun, apakah kita pernah bertanya mengapa sebuah aplikasi terasa nyaman digunakan, sementara yang lain justru membingungkan? Jawabannya terletak pada dua konsep penting dalam dunia desain digital, yaitu User Interface (UI) dan User Experience (UX). Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian, perbedaan, proses, dan manfaat dari UI dan UX untuk membangun produk digital yang sukses.

 

APA ITU USER INTERFACE (UI)?

User Interface (UI) adalah tampilan visual dari sebuah produk digital yang menjadi perantara antara pengguna dan sistem. UI mencakup semua elemen grafis yang digunakan dalam aplikasi atau website, seperti tombol, ikon, warna, tipografi, layout, ilustrasi, dan animasi.

Desain UI berfokus pada estetika dan keterbacaan. Tujuannya adalah memastikan pengguna dapat memahami fungsi-fungsi produk secara visual dengan mudah dan cepat. UI yang baik akan membuat pengguna merasa familiar dan nyaman saat menggunakan produk.

Contoh nyata dari UI yang efektif adalah antarmuka aplikasi media sosial yang menampilkan ikon-ikon yang intuitif dan warna yang konsisten sehingga pengguna tahu apa yang harus dilakukan tanpa perlu berpikir keras.

 

APA ITU USER EXPERIENCE (UX)?

User Experience (UX) adalah pengalaman menyeluruh yang dirasakan pengguna saat berinteraksi dengan produk digital. UX mencakup segala aspek interaksi, mulai dari kemudahan navigasi, kecepatan akses, hingga perasaan puas atau frustrasi saat menggunakan produk.

Desain UX berfokus pada bagaimana membuat produk menjadi mudah, bermanfaat, menyenangkan, dan efisien digunakan. Untuk mencapai hal ini, seorang UX designer perlu memahami perilaku, kebutuhan, dan tujuan pengguna melalui riset dan pengujian.

UX bukan hanya soal desain antarmuka, tetapi juga mencakup proses perencanaan dan strategi produk digital secara menyeluruh. Bahkan, sistem yang tidak memiliki antarmuka visual pun dapat didesain UX-nya, misalnya chatbot berbasis suara.

 

PERBEDAAN UI DAN UX

Banyak orang masih salah mengartikan UI dan UX sebagai hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki fokus dan peran yang berbeda, namun saling melengkapi.

Perbedaan antara UI (User Interface) dan UX (User Experience) terletak pada fokus, elemen yang digunakan, tujuan, serta proses yang terlibat dalam perancangannya. UI berfokus pada tampilan visual dari sebuah produk digital. Ini mencakup elemen-elemen seperti warna, ikon, tipografi, dan layout yang dirancang agar menarik secara estetis dan mudah dipahami. Tujuan utama UI adalah menciptakan tampilan yang menarik dan intuitif, sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan produk tanpa kebingungan. Proses desain UI umumnya melibatkan keahlian dalam bidang grafis dan visualisasi.

Sebaliknya, UX lebih menitikberatkan pada pengalaman pengguna secara menyeluruh. UX mencakup aspek-aspek seperti alur penggunaan, struktur informasi, dan kenyamanan selama berinteraksi dengan produk. Tujuannya adalah menghadirkan pengalaman yang efisien dan menyenangkan, di mana pengguna dapat mencapai tujuannya dengan mudah dan tanpa hambatan. Proses desain UX biasanya melibatkan riset pengguna, pembuatan prototipe, serta pengujian untuk mendapatkan umpan balik langsung dari pengguna.

Meskipun berbeda, UI dan UX saling melengkapi. Produk digital yang sukses membutuhkan UI yang menarik dan UX yang berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Secara singkat, UI adalah bagaimana produk terlihat, sementara UX adalah bagaimana produk bekerja dan dirasakan. Produk bisa saja memiliki UI yang menarik, tetapi jika pengguna kesulitan dalam menggunakannya, maka UX-nya buruk. Sebaliknya, UX yang baik tanpa UI yang mendukung bisa membuat produk terasa membosankan.

 

PROSES DESAIN UX: MENGGUNAKAN DESIGN THINKING

Desain UX mengikuti pendekatan berbasis pengguna, salah satunya menggunakan metode Design Thinking. Metode ini membantu desainer menciptakan solusi yang inovatif berdasarkan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pengguna.

Tahapan Design Thinking dalam UX:

  1. Empathize – Memahami masalah pengguna melalui riset lapangan, wawancara, dan observasi. Tujuannya agar desainer tidak hanya menebak-nebak, tetapi memahami langsung dari sudut pandang pengguna.
  2. Define – Merumuskan permasalahan inti berdasarkan hasil riset. Di sini, desainer menyusun insight yang akan menjadi dasar pengembangan solusi.
  3. Ideate – Menghasilkan berbagai ide solusi tanpa batasan. Fase ini mendorong kreativitas dan eksplorasi.
  4. Prototype – Membuat model awal produk (mockup, wireframe) yang dapat diuji. Prototipe membantu menguji ide tanpa perlu membangun produk sepenuhnya.
  5. Test – Menguji prototipe kepada pengguna nyata untuk mendapatkan umpan balik dan menyempurnakan desain.

Proses ini biasanya dilakukan secara iteratif. Artinya, hasil dari pengujian bisa membawa kembali desainer ke tahap awal untuk melakukan perbaikan berulang.

 

KOMPONEN UTAMA DALAM DESAIN UX

Untuk menciptakan pengalaman pengguna yang optimal, UX designer harus mempertimbangkan beberapa komponen utama berikut:

  1. User Research – Riset mendalam tentang pengguna, kebutuhan, perilaku, dan tujuan mereka. Riset ini bisa dilakukan melalui survei, wawancara, atau usability testing.
  2. Information Architecture (IA) – Menyusun struktur informasi dan navigasi agar pengguna dapat menemukan apa yang mereka butuhkan tanpa kebingungan.
  3. Interaction Design (IxD) – Mendesain interaksi yang efisien dan mudah digunakan, seperti gesture di aplikasi mobile atau urutan langkah saat checkout di e-commerce.
  4. Usability – Mengukur seberapa mudah produk digunakan. Produk yang usable tidak hanya mudah dipelajari tetapi juga tidak menyebabkan kesalahan.
  5. Visual Design – Meski lebih dekat ke UI, visual design juga berperan dalam UX, karena elemen visual yang konsisten dan menarik dapat meningkatkan kenyamanan penggunaan.

 

MANFAAT DARI UI/UX YANG BAIK

Desain UI/UX yang dirancang dengan baik dapat memberikan berbagai keuntungan, baik bagi pengguna maupun pengembang produk:

  1. Meningkatkan Kepuasan Pengguna: Pengguna merasa nyaman, senang, dan tidak frustrasi saat menggunakan produk.
  2. Mengurangi Biaya Dukungan dan Pelatihan: Produk yang intuitif tidak memerlukan banyak panduan atau pelatihan.
  3. Meningkatkan Loyalitas dan Retensi: Pengguna cenderung kembali menggunakan produk yang memberikan pengalaman baik.
  4. Meningkatkan Konversi: Dalam aplikasi e-commerce, desain UX yang baik dapat meningkatkan jumlah transaksi.
  5. Meningkatkan Daya Saing Produk: Produk yang dirancang dengan UI/UX yang baik lebih kompetitif di pasar.

 

UI dan UX adalah dua komponen penting dalam merancang produk digital. Keduanya saling melengkapi: UI bertanggung jawab pada tampilan, sedangkan UX pada kenyamanan dan pengalaman keseluruhan pengguna. Dengan memahami konsep dasar ini, kita dapat mulai merancang produk yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga bermanfaat dan menyenangkan bagi penggunanya.

Jika Anda ingin menjadi desainer UI/UX profesional, mulailah dengan memahami pengguna, berpikir kreatif, dan terus belajar dari umpan balik nyata. Dunia digital adalah ruang yang terus berubah, dan desain yang baik akan selalu berpusat pada kebutuhan manusia.

 

REFERENSI:

  1. Pajarpurnamasidik. (Medium) "Konsep Dasar UI/UX". https://medium.com/@pajarps/konsep-dasar-ui-ux-f5e1cee795b7
  2. Hostinger. "UX Design Adalah: Pengertian dan Perbedaan UI/UX Design". https://www.hostinger.com/id/tutorial/ux-design-adalah
  3. UPI-YAI. "Modul 02: Konsep Desain UI/UX". https://dosen.upi-yai.ac.id/v5/dokumen/materi/070045/284_20240930092227_UD%2002%20-%20Konsep%20Desain%20UI-UX.pdf